Masterpiece6
Sunyi mendekap, malam enggan berbincang - bincang
Bisunya terdengar menggema, menembus kaki -kaki lapang
Baginya hatiku ini belukar, sekali retak langsung terkapar
Sebenarnya ia pernah kuat, namun sudah terlalu penat
Ah. . . biarkan saja
Biarkan sembilu itu melekat, keras mengkarat
Tidak perlu bersusah payah melupakannya
Pasti waktu kan memburunya
Melebur, lalu bergeming di bawah kesadaranku
Menyapa pilu
Yang akhirnya gugurkan daun dari dahan - dahan perdu
Tak salah lain ku sebut itu rindu
Melihatmu tersenyum jauh terhalang gawai
Sudah cukup membuatku bahagia
Sayangnya rindu itu tidak merinduiku
Kau tak rasa , tapi ku rasa
Ku bertahan, tapi kau berjauhan
Ku suka, tapi kau memilih dia
Bisunya terdengar menggema, menembus kaki -kaki lapang
Baginya hatiku ini belukar, sekali retak langsung terkapar
Sebenarnya ia pernah kuat, namun sudah terlalu penat
Ah. . . biarkan saja
Biarkan sembilu itu melekat, keras mengkarat
Tidak perlu bersusah payah melupakannya
Pasti waktu kan memburunya
Melebur, lalu bergeming di bawah kesadaranku
Menyapa pilu
Yang akhirnya gugurkan daun dari dahan - dahan perdu
Tak salah lain ku sebut itu rindu
Melihatmu tersenyum jauh terhalang gawai
Sudah cukup membuatku bahagia
Sayangnya rindu itu tidak merinduiku
Kau tak rasa , tapi ku rasa
Ku bertahan, tapi kau berjauhan
Ku suka, tapi kau memilih dia

Komentar
Posting Komentar